** Dharliana: Saya Seperti
Desi Ratnasari Saja
CIREBON-Kabakorwil Nunung Sanuhri kembali menegaskan bahwa masalah air antara Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan sudah selesai. "Selesai yang dimaksud adalah adanya komitmen dari kedua belah pihak untuk saling menunjukan itikad baiknya," ujar Nunung Sanuhri, Kepala Bakorwil Cirebon saat ditemui di ruang kerjanya.
Dia mengatakan, saat ini Kota Cirebon sudah menyanggupi untuk membayar kontribusi ke Kabupaten Kuningan. "Komitmen tersebut terbentuk saat petemuan di Lapangan golf Ciperna, hanya saja Pemerintah Kota Cirebon masih menawar nominal kontribusi yang akan dibayarkan ke Kuningan," ujar Nunung kepada Radar (3/6), kemarin.
Masih menurutnya, sekarang ini proses sedang berjalan, Pemerintah Kabupaten Kuningan sedang melakukan pengkajian dengan legislatif soal nominal kontribusi yang akan dibayarkan Kota Cirebon. Sementara itu, masih menurut Nunung, Pemkot Cirebon juga sedang melakukan pengkajian mengenai kontribusi yang akan dibayarkan ke Kuningan, tentu dengan persetujuan dari legislatifnya.
"Sekarang ini Pemkab Kuningan tinggal menunggu pengajuan nilai kontribusi yang akan di ajukan oleh Kota Cirebon," kata Nunung. Nunung menegaskan. "Saat ini penyelesaian masalah air sudah ditangani oleh masing-masing pemilik, dalam hal ini adalah kepala daerah (G to G), karena kalau diserahkan pada kedua PDAM, masalah ini akan tidak akan kunjung selesai," kata Nunung.
Kabakorwil juga mengimbau kepada pihak-pihak yang tidak berwenang agar tidak memberikan komentar yang dapat menimbulkan polemik yang berkepanjangan.
Di tempat berbeda, Wakil Walikota Cirebon, Sunaryo HW SIP MM, membenarkan pernyataan Nunung. "Pada prinsipnya Kota Cirebon sudah siap untuk membayar, adapun nominalnya masih dalam proses pengkajian," kata Wawali. Masih menurutnya, proses pengkajian soal nominal kontribusi saat ini masih berjalan dan hasilnya juga harus diketahui oleh DPRD.
Saat ditemui Radar, Wawali baru saja selesai melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PDAM Kota Cirebob, Hj Ayu Dharliana SE MM MH. Namun dikonfirmasi mengenai pertemuan tersebut Wawali enggan mengungkapkan hasil pertemuannya. Dharliana pun kompak enggan memberikan keterangan soal pertemuannya dengan wawali. "Sekarang saya seperti Desi Ratnasari dulu. Seperti biasa, no comment," ujarnya Dharliana, sambil berlalu.
** Kopelamin Luruk DPRD
Kelompok Pelanggan Air Minum (Kopelamin) meluruk DPRD Kota Cirebon soal surat resmi yang mereka ajukan 25 Mei 2008. Aksi tersebut dilakukan pasalnya Kopelamin meresa dewan tidak menanggapi permintaan jawaban atas surat yang mereka ajukan. "Sudah sembilan hari tapi tidak ada jawaban dari dewan soal surat yang kami ajukan," kata Juhaeni, Ketua Kopelamin, kepada Radar (3/6), kemarin.
Akhirnya permintaan Kopelamin dipenuhi, hearing pun digelar di Ruang Serbaguna DPRD Kota Cirebon. Hearing tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD, Dahrin Syahrir dan Ketua Komisi A, Ir Setiawan. Dalam hearing tersebut disepakati untuk kembali digelar petemuan 16 Juni mendatang, dengan menghadirkan direksi PDAM.
"Pertemuan lanjutan akan digelar 16 Juni dan akan menghadirkan direksi PDAM, dalam hearing tersebut kami mencoba berdialog mencari solusi untuk terselesaikannya permasalahan air antara Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan," kata Juhaeni. (yud)
Kamis, 05 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar