KEJAKSAN-Harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak tanah (mitan) ditetapkan Pemkot Cirebon. Setelah sebelumnya para pemilik pangkalan berpatokan pada HET sementara yang ditetapkan oleh Hiswanamigas.
Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bagian Ekonomi Pemkot Cirebon, Muhamad Korneli SE MM menyatakan, HET ditetapkan melalui Surat Keputusan Walikota No 541.11/kep/2008 tertanggal 28 Mei 2008. HET tersebut ditetapkan bedasarkan hasil rapat tim dan pertimbangan harga dengan daerah lainnya. Penetapan HET tersebut lebih rendah dari usulan Hiswanamigas sebesar Rp2.952/liter.
Korneli juga menyatakan, HET mitan untuk Kota Cirebon akhirnya ditetapkan melalui SK walikota tertanggal 28 Mei 2008 sebesar Rp2.950/liter, dan apabila terdapat pangkalan yang menjual lebih dari HET akan ditindak bahkan dicabut izinnya.
Mengenai tingginya harga mitan di tingkat pengecer, Korneli mengimbau agar pengecer tidak menjual minyak tanah dengan harga terlalu tinggi. Maksimal Rp3.100-Rp3.200/liter. Jangan ambil untung terlalu besar, sebab masyarakat sudah menderita dengan kenaikan harga BBM," pintanya.
Dia berharap agar harga mitan yang dibeli warga sesuai HET. Dia juga meminta Hiswanamigas memperbanyak jumlah pangkalan untuk lebih mendekatkan kepada konsumen, dan konsumen juga diimbau untuk membeli mitan di pangkalan agar bisa menikmati harga HET. “Penjualan di tingkat pengecer sudah melalui mekanisme pasar, jadi harganya tidak bisa dikendalikan," kata Korneli.
Sementara itu, pantauan Radar di pangkalan minyak Kelurahan Kesenden dan Kelurahan Kalitanjung, sudah mulai menerapkan harga sesuai dengan HET. Abdullah Fatah, pemilik pangkalan di Jl Kanggraksan mengaku sudah menerapkan HET sejak awal bulan ini. Mengenai stok pihaknya mengaku sampai saat ini masih aman.
"Yang jelas sampai saat ini masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan mitan seperti di beberapa daerah, karena distribusi lancar setiap minggunya sebanyak 1 tangki atau 5.000 liter,” paparnya.
Namun, pernyataan berbeda diutarakan Rohimah, pemilik pangkalan di Kelurahan Kesenden, Hj Supami. "Sekarang justru pembelian mitan menurun sampai 20 persen, tidak jelas juga apa penyebabnya," kata dia.
Rohimah juga menyatakan, berbeda dengan sebelum mitan naik, pembeli bisa sampai antre, sehingga pihaknya memberlakukan pembatasan. “Tapi saat ini jumlah pembeli justru menurun,” keluhnya.
Seperti diberitakan Radar sebelumnya, HET mitan sementara sesuai edaran DPC Hiswanamigas Cirebon HET di Kota Cirebon Rp2.952/liter, untuk wilayah Kabupaten Cirebon bagian timur Rp2.997/liter, wilayah barat Rp2.965/liter dan utara Rp2.933/liter.(yud)
Kamis, 05 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar